Rekor Buruk Rossi di MotoGP 2019

Pebalap Yamaha Valentino Rossi berpeluang menciptakan empat rekor tidak baik di MotoGP 2019 jika tidak bisa menaikkan performanya musim ini. Rossi terus terpuruk sampai MotoGP 2019 berjalan 14 seri. Terakhir, The Doctor cuma bisa finis di posisi delapan terhadap balapan MotoGP Aragon, akhir pekan lalu. Hasil itu membuat Rossi berada di posisi enam klasemen saat MotoGP 2019 bersama dengan torehan 198 poin. Posisi Rossi dalam ancaman pebalap Petronas Yamaha Fabio Quartararo yang cuma berjarak 14 poin. Jika Rossi tidak bisa menaikkan performa sampai akhir musim maka juara dunia Grand Prix sembilan kali itu berpeluang menciptakan empat rekor buruk.

Berikut empat rekor tidak baik yang bisa diciptakan Rossi di MotoGP 2019:

  1. Rossi berpeluang menggapai peringkat di klasemen terburuk sepanjang kariernya di MotoGP, atau setidaknya menyamai rekor terburuk terhadap musim 2011 saat tetap memperkuat Ducati.
  2. Rossi bisa menggapai poin paling rendah sepanjang peristiwa di MotoGP sepanjang memperkuat Yamaha, mengalahkan rekor terburuk musim lalu. Pada MotoGP 2018, Rossi cuma bisa mengoleksi 198 poin. Rossi saat ini mendulang 137 poin dari 14 seri balapan.
  3. Rossi berpeluang menggapai finis terburuk terhadap klasemen MotoGP bersama dengan Yamaha. Finis terburuk Rossi bersama dengan Yamaha di MotoGP berjalan terhadap musim 2017, saat The Doctor finis di posisi kelima.
  4. Rossi berpeluang menggapai podium paling sedikit di MotoGP bersama dengan Yamaha. Rekor torehan podium terburuk Rossi bersama dengan Yamaha pada mulanya berjalan terhadap musim selanjutnya saat cuma menggapai lima podium. Rossi saat ini baru menggapai dua finis podium di MotoGP 2019.

Pebalap Yamaha Valentino Rossi tak tahu bahwa catatan 80 poin dari sembilan seri MotoGP merupakan rekor terburuk dalam kariernya. Rossi finis di posisi kedelapan terhadap MotoGP Jerman. Catatan delapan poin dari Sachsenring membuat Rossi mengoleksi 80 poin dari sembilan seri yang udah dijalani. Rossi tidak tahu bahwa torehan poin tersebut merupakan rekor terburuk, lebih-lebih lebih tidak baik dibandingkan periode dua th. Rossi di Ducati yang kerap dianggap sebagai periode terburuk dalam karier ‘The Doctor’. Menurut Rossi, tiga kali gagal finis memiliki pengaruh besar di balik fakta bahwa ia cuma menggapai 80 poin di sembilan seri awal musim ini.

Valentino Rossi dan Yamaha mampir ke Sirkuit Aragon bersama dengan misi besar untuk memutus peristiwa tidak baik saat menatap seri MotoGP Aragon 2019. Pasalnya, statistik memperlihatkan bahwa sirkuit yang berlokasi di Spanyol tersebut merupakan merupakan “wilayah kekuasaaan” Marc Marquez dan Honda. Kombinasi pada Marquez dan Honda udah melahirkan 4 kemenangan dari 9 seri balapan kelas MotoGP yang dulu dihelat di Aragon sejak 2010. Rossi tak mau begitu saja menyerah terhadap statistik dan selalu yakin bahwa dirinya memiliki modal untuk menggapai hasil positif akhir pekan nanti. The Doctor sebetulnya memiliki alasan untuk yakin diri setelah Yamaha baru saja memetik hasil positif terhadap seri balap pada mulanya di San Marino.

“Sampai Le Mans, semua nya tetap berjalan baik, tapi sesudah itu ada tiga kali gagal finis. Dalam empat seri terakhir, aku cuma menghimpun delapan poin, menjadi gampang untuk menyatakan hasil tersebut. “Tahun selanjutnya aku empat kali naik podium dalam lima seri,” kata Rossi. Rossi tiga kali gagal finis di Italia, Catalunya, dan Belanda. Padahal tiga seri tersebut adalah seri-seri favorit Rossi dan The Doctor kerap mendapatkan hasil bagus di tiga seri tersebut. The Doctor sendiri udah menutup kesempatan untuk menjadi juara dunia terhadap beberapa seri pada mulanya karena beranggap Yamaha tetap tampil inkonsisten. Selain itu, Rossi termasuk memuji penampilan Marc Marquez dan Honda RC213V yang bisa konsisten di seluruh seri. Selain saat jatuh di Amerika Serikat, Marquez tak dulu terlempar dari posisi dua besar di seluruh seri yang ia ikuti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *